Tampilkan postingan dengan label Tips dan Trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips dan Trik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Desember 2013

Melancarkan Kehidupan Dengan Berpikir Positif


Selamat sore Sahabat Aziz di Catatan Kresna
Semua orang yang berusaha meningkatkan diri dan ilmu pengetahuannya pasti tahu bahwa hidup akan lebih mudah dijalani bila kita selalu berpikir positif. Namun, bagaimana melatih diri supaya pikiran positiflah yang 'beredar' di kepala kita, tak banyak yang tahu. Oleh karena itu, sebaiknya kita kenali saja dulu ciri-ciri orang yang
berpikir positif dan mulai mencoba meniru jalan pikirannya.. Yuk mari, cekidot :) Selamat Membaca.. :)

1. Melihat Masalah Sebagai Tantangan
Bandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia.

2. Menikmati Hidupnya
    Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati,
    meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik.

3. Pikiran Terbuka Untuk Menerima Saran Dan Ide
Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik.
                             
4. Mengenyahkan Pikiran Negatif Segera Setelah Pikiran Itu Terlintas Di Benak
'Memelihara' pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa menimbulkan masalah.

5. Mensyukuri Apa Yang Dimilikinya
Dan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya

6. Tidak Mendengarkan Gosip Yang Tak Menentu
Sudah pasti, gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu, mendengarkan omongan yang tak ada juntrungnya adalah perilaku yang dijauhi si pemikir positif.

7. Tidak Bikin Alasan, Tapi Langsung Bikin Tindakan
    Pernah dengar pelesetan NATO (No Action, Talk Only), kan? Nah, mereka ini jelas
    bukan penganutnya.

8. Menggunakan Bahasa Positif
Maksudnya, kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme, seperti "Masalah itu pasti akan terselesaikan," dan "Dia memang berbakat."

9. Menggunakan Bahasa Tubuh Yang Positif
    Di antaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan gerakan tangan yang
    ekspresif, atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat,
    antusias, dan 'hidup'.

10.Peduli Pada Citra Diri
     Itu sebabnya, mereka berusaha tampil baik. Bukan hanya di luar, tapi juga di dalam.
     (hannie k.wardhanie)



Senin, 16 Desember 2013

HAL-HAL YANG DIJADIKAN PENILAIAN SNMPTN UNDANGAN


Perlu dicatat bahwa: Penilaian adalah otoritas MASING-MASING KAMPUS dan penilaian secara rincinya tidak diumumkan. hanya garis-garis besarnya saja yang dipublish. berikut ini beberapa kriteria penilaian yang secara umum digunakan, jadi mungkin aja ga semuanya kriteria yang gue tulis ini diperhatikan, atau mungkin cuma beberapa aja.

1.     Nilai Raport - secara keseluruhan Di SNMPTN undangan 2014, nilai raport yg di UN kan yang dijadikan acuan pemeringkatan. untuk bandingin si A dan B, maka secara umum, lihat nilai total .
2.    Nilai per mata pelajaran - misalnya si A dan si B ambil biologi di kampus yg sama. secara peringkat si A kalah, tp nilai biologi si A lbh baik dari si B. maka si A tetep bs bersaing dgn B. Prefer yg mana? itu keputusan masing2 kampus.
3.  Konsistensi - Kalo tahun lalu, konsistensi menjadi syarat. misal taun lalu, pd sekolah akreditasi A bisa ngirim 50% siswa terbaik dan harus konsisten. Konsisten disini adalah yg ga pernah keluar rank 50% selama semester 3-5. Jd tiap sekolah biasanya ga sampe ngirim 50%nya. itu aturan konsisten oleh panitia snmptn. Kalo konsisten ketika penilaian oleh kampusnya, itu beda2 dan g diketahui seberapa penting dan pengukurannya gimana. Menurut pengalaman, ada juga yang semester 5 nilainya jatuh, diterima di FH UI. Jadi ukuran konsistensi tergantung masing-masing kampus.
4.    Prestasi di luar kelas - Kamu dapat melampirkan, maksimal 3, prestasi terbaikmu. Nanti piagam/sertifikat di scan trus upload ke panitia ketika daftar.
5.    Akreditasi/Prestasi Sekolah - Prestasi sekolah di ajang kompetisi2 jg bisa menjadi pertimbangan. seperti sering menang olimpiade2 atau lomba2 lain. otomatis alumni sekolah tersebut juga akan terangkat namanya. Sistem seleksi nasional adalah seleksi yang dilakukan oleh seluruh perguruan tinggi negeri yang diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia dalam bentuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). SNMPTN 2014 merupakan satu-satunya pola seleksi nasional yang dilaksanakan oleh Panitia Pelaksana SNMPTN 2014 yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan diikuti oleh seluruh Perguruan Tinggi Negeri dalam satu sistem yang terpadu.

KETENTUAN UMUM DAN PERSYARATAN
SNMPTN merupakan pola seleksi nasional berdasarkan penjaringan prestasi akademik dengan menggunakan nilai rapor dan prestasi-prestasi lainnya.
Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) merupakan basis data yang berisikan rekam jejak sekolah dan prestasi akademik siswanya.
Sekolah yang berhak mengikutsertakan siswanya dalam SNMPTN adalah sekolah yang mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan yang mengisikan data prestasi siswa di PDSS.
Siswa yang berhak mengikuti seleksi adalah siswa yang memiliki rekam jejak prestasi akademik di PDSS. Siswa pelamar wajib membaca ketentuan yang berlaku pada masing-masing PTN di laman PTN yang dipilih.

TATA CARA MENGIKUTI SNMPTN
Pada dasarnya semua siswa kelas terakhir yang mengikuti UN pada tahun 2014 berhak mengikuti SNMPTN. Untuk mengikuti SNMPTN, harus melalui 2 (dua) tahap yaitu pengisian PDSS dan pendaftaran.


1.  Pengisian PDSS
Apakah PDDS itu?? PDSS adalah Singkatan dari Pangkalan Data Sekolah Dan Siswa. Kepala Sekolah mengisi data sekolah dan siswa di PDSS melalui laman http://pdss.snmptn.ac.id.
Kepala Sekolah mendapatkan password setiap siswa yang akan digunakan untuk melakukan verifikasi.
Siswa melakukan verikasi data rekam jejak prestasi akademik yang diisikan oleh Kepala Sekolah dengan menggunakan NISN dan password yang diberikan oleh Kepala Sekolah.
Bagi siswa yang tidak melaksanakan verifikasi maka data rekam jejak prestasi akademik yang diisikan oleh Kepala Sekolah dianggap benar dan tidak dapat diubah setelah waktu verifikasi berakhir.

2.  Pendaftaran SNMPTN Undangan 2014
Siswa Pelamar, menggunakan NISN dan password, yang diberikan oleh Kepala Sekolah pada waktu verifikasi data di PDSS, login ke laman SNMPTN http://www.snmptn.ac.id untuk melakukan pendaftaran.
Siswa Pelamar mengisi biodata, pilihan PTN, dan pilihan program studi, serta mengunggah (upload) pasfoto resmi terbaru dan dokumen prestasi tambahan. Siswa pelamar harus membaca dan memahami seluruh ketentuan yang berlaku pada PTN yang akan dipilih.
Kepala Sekolah harus memberi rekomendasi kepada siswa yang sudah mendaftar SNMPTN.
Pelamar program studi keolahragaan dan seni harus mengunggah portofolio atau dokumen bukti keterampilan yang diisi oleh Kepala Sekolah dan/atau siswa menggunakan pedoman yang dapat diunduh pada laman http://www.snmptn.ac.id.
Siswa pelamar mencetak Kartu Bukti Pendaftaran sebagai tanda bukti peserta SNMPTN.


Ketentuan Khusus
Persyaratan Sekolah

Sekolah yang siswanya berhak mengikuti SNMPTN adalah:
1.     SMA/SMK/MA/MAK negeri maupun swasta, termasuk sekolah RI di luar negeri.
2.    Telah mengisi PDSS
3.    Terdaftar sebagai peserta Ujian Nasional (UN) 2014.

Persyaratan Siswa Pelamar
Pendaftaran :
• Siswa SMA/SMK/MA/MAK kelas terakhir yang mengikuti UN pada tahun 2014.
• Memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan terdaftar pada PDSS.
• Memperoleh rekomendasi dari Kepala Sekolah.
• Memiliki prestasi akademik di sekolah pada semua semester.



Kalian pasti bisa masuk ke perguruan tinggi idaman, tetap percaya dan berusaha ya.. Buktikan dan tunjukan yang terbaik bahwa kamu mampu..! :)


Jumat, 13 Desember 2013

Tips Menjadi Eksekutor Cerdas :)



Assalammualaikum Wr. Wb. :)
Selamat pagi Sahabat Aziz di Catatan Kresna :)


"Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Jika kekurangan itu ada, maka perbaikilah. Jadikan dirimu lebih baik. Simple kan?"
Aziz Muslim

         Setiap hari Sahabat harus mengambil ratusan keputusan, dan tidak jarang Sahabat merasa mengambil sebuah keputusan yang salah. Misalnya sakit perut, gara-gara memaksa menambahkan sambal ke dalam menu makanan Sahabat karena terlihat menggiurkan. Atau, salah memilih rute jalan ke kantor klien yang menyebabkan perjalanan Sahabat semakin panjang.
         Menyesali keputusan yang telah Sahabat ambil tentu hanya membuang-buang waktu, apalagi bila menyesalinya seumur hidup. Agar tidak menyesal belakangan, ikuti tips dari para ahli mengenai pengambilan keputusan yang lebih cerdas.


1.       Pikirkan apa yang paling penting untuk Sahabat
Semua orang membuat keputusan dengan berbagai alasan, termasuk alasan kehabisan waktu, tidak ingin mempertimbangkan alternatif, atau hanya ingin mengikuti kemauan kita saja. Tapi menurut Sheena Iyengar, PhD, penulis buku The Art of Choosing, dan profesor bidang studi bisnis di Columbia University, ketika dihadapkan dengan keputusan apapun, yang harus dipertimbangkan adalah “Apakah yang paling penting untuk Sahabat”. Walaupun keputusan yang Sahabat lakukan merupakan keputusan kecil, memastikan apakah sesuatu yang Sahabat pilih penting atau tidak adalah hal yang sifatnya mendasar.
“Tidak berarti satu keputusan akan mengubah hidup Sahabat seluruhnya,” jelas Iyengar. Namun, keputusan-keputusan kecil tersebut akan bertambah dan berdampak dalam hidup Sahabat, apakah Sahabat akan lebih baik atau sebaliknya.
Langkah selanjutnya adalah memutuskan apakah keputusan tersebut mendukung tujuan hidup Sahabat atau tidak. Misalnya, setelah bekerja Sahabat diajak untuk pergi keluar bersama seorang teman, putuskan apakah pertemanan atau kesehatan yang paling mempengaruhi dan mendukung hidup Sahabat. Dengan membuat pilihan tersebut, Sahabat dapat lebih mudah untuk mengambil keputusan.

2.    Jaga emosi Sahabat
Apakah Sahabat pernah “maksa” mengorek tabungan untuk membeli sepatu idaman Sahabat, padahal saldo di rekening sudah menipis? Banyak dari kita yang mendahulukan perasaan daripada otak. Maksudnya, Sahabat memutuskan sesuatu berdasarkan emosi (keinginan) bukan berdasarkan atas pemikiran matang Sahabat. Keputusan berdasarkan emosi seringkali hanya akan berakhir sebagai penyesalan. Contohnya, Sahabat akhirnya menyesal telah membeli sepatu tersebut ketika akhirnya butuh membiayai perawatan orangtua Sahabat di rumah sakit.
William Helmreich, PhD, penulis What Was I Thinking? The Dumb Things We Do and How to Avoid Them, dan profesor sosiologi di program pasca sarjana CUNY, menyarankan siapapun yang mengalami situasi emosional tersebut untuk menunggu lima jam sebelum membuat keputusan akhir. Dengan cara ini Sahabat dapat menenangkan emosi Sahabat ke tingkat yang wajar, dan mulai berpikir dengan jelas tentang konsekuensi dari setiap pilihan serta keputusan yang akan Sahabat ambil.

3.    Cari rencana alternative
Jika keputusan yang Sahabat pilih ternyata salah, atau Sahabat akhirnya menyadari bahwa keputusan tersebut tidak seperti yang Sahabat inginkan, jangan buang waktu untuk berpikir “kalau saja saya….”. Sebaliknya, buatlah keputusan alternatif yang akan menghapus penyesalan Sahabat. “Bukan tugas Sahabat untuk menyesal. Tugas Sahabat adalah membuat pilihan-pilihan baru,” jelas Iyengar.
Jika Sahabat tidak yakin mengenai langkah selanjutnya, Iyengar menyarankan untuk membayangkan jalan raya. Ketika Sahabat terjebak dalam kemacetan, ambil jalan keluar pertama yang Sahabat lihat, dan cari cara baru untuk mencapai tujuan Sahabat. Atau, jika Sahabat telah memutuskan untuk pergi berlibur ke suatu tempat, setelah sampai hotel ternyata di luar sedang turun hujan. Hal tersebut biasanya mengharuskan Sahabat untuk tinggal hotel. Akan tetapi Sahabat juga dapat membuat liburan di hotel lebih menyenangkan dengan mencari tahu apakah ada acara-acara seru yang diadakan pihak hotel di dalam ruangan, atau berkeliling hotel untuk melihat-lihat fasilitas yang tersedia.

4.    Evaluasi proses pengambilan keputusan Sahabat
Penasaran apakah Sahabat sudah banyak mengambil keputusan yang benar atau sebaliknya? Iyengar menyarankan untuk menjaga pilihan tersebut dengan membuat buku harian selama satu bulan. Catat semua keputusan yang telah Sahabat ambil setiap harinya, bagaimana Sahabat membuat keputusan tersebut, dan bagaimana pengaruh keputusan tersebut bagi hidup Sahabat. Dengan begitu Sahabat dapat melihat pola dalam proses pengambilan keputusan Sahabat. Misalnya, apakah Sahabat membuat keputusan berdasarkan saran orang lain? Apakah keuangan Sahabat memainkan faktor utama dalam keputusan Anda?
Dengan mencari tahu apa yang mendorong pilihan Sahabat, Sahabat akan lebih mudah melihat perubahan yang harus Anda buat, atau memastikan bahwa semua keputusan yang Sahabat ambil sudah benar. Selamat belajar, dan mengimplementasikan tips dari Prof. Iyengar ya.. :) Aziz juga belajar kok.. Tetap semangat ya… :)